Labradorite merupakan sebuah mineral feldspar dengan kadar kekerasan 6 - 6,5 Skala Mohs atau lebih lunak dibandingkan dengan batu bacan yang selama ini sangat populer dikalangan ponghobi dan kolektor.
Namun batu yang percaya memiliki khasiat penyembuhan juga sering menjadi incaran kolektor dan penggemar batu cincin akik. Pesona pada batu ini memunculkan daya tarik tersendiri bagi banyak penggemar, terutama kemampuannya mengeluarkan aneka macam warna pada batu (Labradorescence)
Batu labradorite pertama kali ditemukan di Kanada di semenanjung labrador wilayah pantai timur Kanada pada tahun 1770. Sejak pertama kali ditemukan batu ini sudah sangat dikagumi banyak orang terutama oleh masyarakat labrador sendiri dan dianggap sebagai bertuah
Ciri khas pada batu labradorite adanya efek inden multi warna (labradorscene) sehingga membuat batu ini terkesan magis, bahkan oleh penduduk setempat batu ini dipercaya sebagai batu bertuah dan sering dijadikan sebagai media untuk pengobatan dan penyembuhan, terutama penyakit yang disebabkan ketidak seimbangan energi tubuh
Khasiat batu labrador dipercaya bisa meningkatkan dan menstabilkan energi dalam tubuh, menghilangkan stres dan kecemasan. Di Indonesia jenis akik ini termasuk salah satu dari sekian banyak batu yang cukup populer dan ditempat hampir sejajar dengan batu kalimaya banten yang telah mendunia.
| Finlandia | Madagaskar |
Asal Usul Batu Labrador (labradorite)
Batu labradorite pertama kali ditemukan di Kanada. Namun juga ditemukan di beberapa negara lain di dunia seperti di Madagaskar, India, Norwegia, Rusia, Amerika, Australaia dan Finlandia
Batu dari masing-masing negara menunjukkan perbedaan mulai dari corak sampai pada efek warna yang keluar dari dalam batu. Misalnya untuk batu labrador Finlindia lebih dikenal dengan Spectrolitenya yang lebih beragam dan lebih kuat dibandingkan dengan labrador dari negara lain.

