
Untuk mensiasati tingginya harga batu permata biasanya penggemar yang enggan mengeluarkan kocek besar lebih memilih batu yang masih mentah baik berupa rough (bahan) atau membeli batu cincin yang belum jadi atau masih kasar tapi sudah dibentuk seperti mata cincin atau beruba balok kecil dan sebagainya.
Cuma biasanya, batu cincin yang belum jadi tidak mengkilap sepenuhnya atau masih buram karena penggosokan (finishing) yang tidak maksimal . Namun untuk batu seperti itu biasanya harga lebih murah, hanya saja diperlukan pekerjaan ekstra untuk memperhalus agar batu lebih mengkilap.
Berikut ini tips dan cara mengkilapkan batu permata yang masih buram agar menjadi lebih mengkilap dan terlihat lebih mengkristal.
- Menggosok batu menggunakan aluminium foil atau kulit dalam bungkus rkok, lakukan secara berlahan dengan gosokan satu arah atau dua arah
- Mengunakan bahan kulit seperti bekas dompet atau lainnya yang penting, kulit dengan permukaan halus dan lembut
- Menggunakan bambu atau pring hitam yang punya permukaan halus
- Bambu buluh atau pring wulung (jenis bambu berkulit kasar) tapi untuk cara ini pastikan berhati-hati melakukannya. Karena untuk jenis batu yang rapuh bisa membuat batu termakan dan luntur
- Gunakan kertas serbuk intan biasanya banyak di jual di toko-toko permata
- Gunakan klaras pisang (daun pisang yang sudah kering)
Demikian juga dengan batu yang belum mengkristal bisa di baca : cara mengkristalkan batu permata. Misalnya dengan mengangkat zat kapur yang ada dalam batu sehingga bisa membuat batu cepat kristal dan terlihat sudah tua. Bagi pemilik batu permata yang benar-benar unik merawat batu permata tentu saja perlu dilakukan agar tetap terlihat indah dan tidak buram. Terlebih jika sering dikenakan, biasanya batu sering terkena benturan sehingga membuat batu terlihat buram dan kurang berkilau akibat terjadinya gesekan dengan benda lain.